Selasa, 22 November 2016

Ninabobo

Nina Bobo adalah sebuah lagu pengantar tidur dari Indonesia yang bercitrakan irama keroncong. Lagu ini juga dikenal di luar Indonesia, misalnya di Negeri Belanda. Lagu ini dipopulerkan oleh Anneke Grönloh dan Wieteke van Dort.
Dalam Bahasa Indonesia, kata-kata yang digunakan untuk menidurkan dalam lagu ini adalah nina-bobo(k) atau nina bobo. Kata kerja seperti "meninabobokkan", yang juga berasal dari lagu ini, memiliki arti "menyanyikan lagu untuk menidurkan". Penggunaan kata tersebut spesifik hanya di Indonesia. Sementara itu, dalam Bahasa Melayu, "meninabobokkan" diterjemahkan menjadi dodoi.
Kata "nina" seringkali dikira merupakan nama sebuah gadis. Kata tersebut sebenarnya berasal dari bahasa Portugis menina,[1] yang meskipun juga memiliki arti gadis tetapi bukanlah sebuah nama. Namun, lagu ini dinyanyikan baik untuk anak pria maupun wanita tanpa membeda-bedakan.
Beberapa kata Indonesia diserap dari bahasa Portugis; misalnya juga pada kata Nona. Semenjak abad ke-16, bangsa Belanda dan Portugis menuju ke India Timur dan meninggalkan jejak mereka dalam segi bahasa serta kultur budaya.
Kata "bobok" atau "bobo" berasal dari bahasa China.[1] Kata Indonesia yang baku adalah "tidur", sementara kata "bobok" lebih jarang digunakan dan umumnya hanya diterapkan pada anak-anak.
Berdasarkan pada lirik lagu, seekor nyamuk akan menggigit si anak jika tidak segera tidur. Ada lelucon bahwa binatang lain selain nyamuk, yaitu toegezongene, yang akan menggigit.
                                                                                                     sumber:wikipedia

Kagome-kagome

Kagome Kagome (かごめかごめ?) adalah permainan anak-anak di Jepang yang dimainkan sekelompok anak-anak yang bernyanyi sambil berjalan bergandengan tangan melingkari seorang anak yang sedang menjadi oni. Lagu yang dinyanyikan adalah lagu anak-anak Kagome Kagome. Anak yang menjadi oni duduk mendekam di tengah lingkaran sambil menutup mata dengan kedua belah tangan. Ketika lagu selesai dinyanyikan, anak itu harus menebak nama anak yang persis ada di belakangnya. Anak yang namanya berhasil ditebak mendapat giliran berjaga.
Permainan ini umumnya dilakukan oleh kelompok kecil yang terdiri dari 5 hingga 6 orang anak. Bila peserta terlalu banyak, anak yang sedang menjadi oni sulit untuk menebak nama anak yang persis ada di belakangnya. Permainan dimulai dengan janken untuk mengundi anak yang akan dijadikan oni.
Lirik lagu yang dinyanyikan sewaktu mengelilingi oni dapat berbeda sedikit menurut daerahnya di Jepang. Lirik yang populer sekarang adalah lirik yang didokumentasikan oleh Naoji Yamanaka di kota NodaPrefektur Chiba pada awal zaman Showa.
                                                                                                                                         sumber:Wikipedia

Gloomy Sunday


"Gloomy Sunday", juga dikenal sebagai "Suicide Lagu Hungaria", adalah lagu yang disusun oleh pianis Hungaria dan komposer Rezső Seress dan diterbitkan pada tahun 1933. Lirik asli berjudul vege világnak a (dunia ini berakhir) dan sekitar putus asa akibat perang, yang berakhir dengan doa yang tenang tentang dosa manusia. Penyair László Jávor menulis lirik sendiri untuk lagu, berjudul Szomorú vasárnap (Sad Minggu), di mana protagonis ingin bunuh diri setelah kematian kekasihnya. [1] Lirik terakhir akhirnya menjadi lebih populer sementara mantan pada dasarnya lupa. Lagu ini pertama kali tercatat di Hungaria dengan Pál Kalmar pada tahun 1935. "Gloomy Sunday" pertama kali direkam dalam bahasa Inggris oleh Hal Kemp pada tahun 1936, dengan lirik oleh Sam M. Lewis, [2] dan tercatat pada tahun yang sama oleh Paul Robeson, dengan lirik oleh Desmond Carter. Ini menjadi terkenal di seluruh banyak dari dunia berbahasa Inggris setelah rilis versi dengan Billie Holiday pada tahun 1941. Lirik Lewis disebut bunuh diri, dan label rekaman menggambarkannya sebagai "Suicide Lagu Hungaria". Ada sebuah legenda urban berulang yang mengklaim bahwa banyak orang melakukan bunuh diri sambil mendengarkan lagu ini

  sumber:wikipedia